Sucofindo Logo
01M51GXA51EY9BEWN9DW6TFKRY

TATA KELOLA KEBERLANJUTAN PERUSAHAAN

Kinerja Lingkungan

Verifikasi Sistem Manajemen Lingkungan

PT SUCOFINDO (PERSERO) menerapkan Sistem Manajemen Lingkungan yang mengacu pada ISO 14001:2015 sebagai bagian dari upaya memastikan pengelolaan aspek dan dampak lingkungan dilaksanakan secara sistematis, terukur, dan berkelanjutan. Penerapan tersebut didukung oleh kepemilikan sertifikasi ISO 14001:2015 pada cabang/unit kerja yang telah memenuhi persyaratan standar, sebagai bentuk verifikasi eksternal atas kesesuaian penerapan Sistem Manajemen Lingkungan. Salah satu cabang yang telah beroperasi dengan standar tersertifikasi tersebut adalah Cabang Tarakan dengan UP Berau di mana operasional cabang ini berkontribusi sebesar 4% terhadap total pendapatan Perusahaan pada tahun 2025.

Dalam rangka memastikan efektivitas penerapannya, SUCOFINDO juga melaksanakan Audit Mutu Internal (AMI) secara berkala pada tingkat unit kerja, Divisi, SBU, dan cabang. Audit ini mencakup evaluasi terhadap kesesuaian penerapan Sistem Manajemen Lingkungan yang mengacu pada ISO 14001:2015, identifikasi temuan dan ketidaksesuaian, serta penetapan tindak lanjut sebagai bagian dari proses perbaikan dan peningkatan kinerja lingkungan secara berkelanjutan.

Sebagai bentuk transparansi atas penerapan dan verifikasi Sistem Manajemen Lingkungan, SUCOFINDO menampilkan sertifikat ISO 14001:2015 pada cabang/unit kerja tersertifikasi serta dokumentasi pelaksanaan Audit Mutu Internal terkait penerapan standar tersebut.Kinerja Lingkungan

Kinerja Lingkungan 2

Konsumsi Energi

PT SUCOFINDO (PERSERO) menerapkan berbagai inisiatif efisiensi energi sebagai bagian dari upaya mendukung operasional yang lebih berkelanjutan. Efisiensi konsumsi listrik dilakukan melalui penggunaan lampu LED yang telah diterapkan sejak tahun 2017 di fasilitas perkantoran, serta pengaturan operasional penerangan dan pendingin ruangan secara bertahap mulai pukul 17.30 WIB. Pada Kantor Pusat, pemadaman dilakukan setelah pukul 19.00 WIB dengan pengecualian pada area koridor dan satu unit lift untuk mendukung kebutuhan operasional.

Efisiensi penggunaan bahan bakar juga didorong melalui optimalisasi rapat secara daring untuk mengurangi kebutuhan perjalanan dinas serta pemeliharaan kendaraan operasional secara berkala guna menjaga efisiensi konsumsi bahan bakar. Selanjutnya, sejalan dengan Sustainability Blueprint dan RJPP 2025–2029, SUCOFINDO merencanakan penyusunan peta jalan transisi energi terbarukan dengan implementasi bertahap mulai tahun 2027. Tahapan tersebut mencakup kajian kelayakan, penetapan baseline konsumsi energi, serta penyusunan target sebagai dasar penguatan pengelolaan dan transisi energi Perusahaan.

Keterangan

Description

Satuan

Unit

2025

2024

2023

2022

Listrik PLN

PLN Electricity

kWh

4.697.614

13.496.845

8.477.155

7.365.160

GJ

16.911

48.589

30.518

26.515

Energi Tidak Terbarukan

Non-Renewable Energy

Bensin

Fuel

Liter

244.926

677.303

432.430

45.180

GJ

8.327

22.359

17.383

1.816

Solar

Diesel

Liter

244.530

644.198

3.550

9.150

GJ

8.803

23.016

128

368

LPG

LPG

Kg

178

14.030

5.218

0

GJ

8

687

261

0

Jumlah Penggunaan Energi

Total Energy Consumption

GJ

25.13

732.375

406.383

369.816

Pembuangan Limbah

PT SUCOFINDO (PERSERO) menerapkan pengelolaan limbah domestik secara terstruktur sebagai bagian dari upaya menjaga kebersihan lingkungan dan mendukung operasional yang bertanggung jawab. Seluruh sampah domestik yang dihasilkan dari kegiatan operasional diserahkan kepada pengelola untuk ditangani lebih lanjut sesuai dengan mekanisme pengelolaan yang berlaku.

Sementara itu, limbah cair domestik dialirkan ke Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) untuk melalui proses pengolahan sebelum dimanfaatkan kembali. Sekitar 80% air hasil olahan IPAL digunakan kembali untuk penyiraman tanaman dan pemeliharaan area hijau, sebagai bagian dari upaya efisiensi penggunaan air dan pengurangan pembuangan air limbah. Pendekatan tersebut mencerminkan upaya SUCOFINDO dalam memperkuat pengelolaan limbah dan pemanfaatan kembali sumber daya guna mendukung peningkatan kinerja lingkungan Perusahaan.

Konsumsi Penggunaan Air

PT SUCOFINDO (PERSERO) memanfaatkan air untuk mendukung berbagai kegiatan operasional, meliputi kebutuhan domestik perkantoran, pencucian peralatan laboratorium dan kendaraan operasional, serta pemeliharaan area hijau. Sumber air utama berasal dari jaringan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), dengan pemanfaatan air tanah melalui deep well sebagai sumber pendukung yang digunakan secara terbatas.

Dalam mewujudkan pengelolaan sumber daya air yang bertanggung jawab secara komprehensif, SUCOFINDO tidak hanya berfokus pada efisiensi penggunaan air, tetapi juga pada pemantauan volume air yang dibuang dari kegiatan operasional. Upaya efisiensi diterapkan melalui kampanye penggunaan air secara bijak, pemantauan jaringan dan instalasi air secara berkala, serta penanganan kebocoran secara responsif yang dibudayakan di Kantor Pusat, unit pelayanan, maupun kantor cabang.

Berikut ini disajikan data volume penggunaan maupun pembuangan air yang berada dalam lingkup operasional Kantor Pusat. Selama periode 2022–2025, volume penggunaan air menunjukkan pergerakan yang fluktuatif dengan tren pergeseran pemanfaatan ke jaringan PDAM. Dinamika serupa juga terlihat pada pemantauan volume air buangan selama periode 2023–2025, sebagaimana disajikan pada rincian tabel berikut.


Keterangan

Description

Satuan

Unit

2025

2024

2023

2022

Air Tanah

Groundwater

m3

11.678

19.164

32.690

1.937

Air PDAM

PDAM Water

m3

191.668

81.994

49.923

43.908

Jumlah Penggunaan Air

Total Water Usage

m3

203.346

101.158

82.613

45.845

Keterangan

Description

Satuan

Unit

2025

2024

2023

Air yang Dibuang

Water Discharge

m3

21.204

25.766

23.374

Emisi Gas Rumah Kaca

PT SUCOFINDO (PERSERO) berkomitmen untuk mengelola dan memantau emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebagai bagian dari upaya pengendalian dampak lingkungan dan mendukung transisi menuju operasional yang lebih rendah karbon. Inventarisasi emisi mencakup Scope 1 yang berasal dari sumber emisi langsung, Scope 2 dari konsumsi energi yang dibeli, serta Scope 3 dari aktivitas tidak langsung lainnya dalam rantai nilai Perusahaan.

Sebagai bentuk transparansi kinerja lingkungan, SUCOFINDO melakukan pengukuran dan pengungkapan emisi GRK secara berkala. Berikut merupakan metrik kinerja emisi GRK Scope 1, Scope 2, dan Scope 3 PT SUCOFINDO (PERSERO) selama periode 2022–2025.

Keterangan

Description

Satuan

Unit

2025

2024

2023

2022

Cakupan 1

Scope 1

Bensin

Gasoline

Ton CO2e

3.245

1.629

988

103

Solar

Diesel

Ton CO2e

4.134

1.702

575

40

Gas LPG

LPG Gas

Ton CO2e

0,19

38

15

N/A

Cakupan 2

Scope 2

Listrik PLN

PLN Electricity

Ton CO2e

976.067

11.283

8.477

7.365

Cakupan 3

Scope 3

Perjalanan Dinas Pesawat

Business Air Travel

Ton CO2e

419

1.653

427

18

Total Emisi CO2 yang Dihasilkan

Total CO2 Emissions Generated

Ton CO2e

983.867

16.306

10.485

7.526

Pendapatan

Revenue

Rp Juta

Million IDR

3.856.479

3.702.638

3.042.644

2.900.183

Intensitas Emisi GRK Berbasis Pendapatan

GHG Emission Intensity Based on Revenue

Ton CO2e/Rp Juta

Ton CO2e/Million IDR

0,2551

0,0035

0,0031

0,0024

Catatan:

  • Cakupan data emisi tahun 2025 meliputi Kantor Pusat, Kantor Cabang (Bandung, Bandar Lampung, Banjarmasin, Batam, Bengkulu, Bontang, Cilegon, Cilacap, Cirebon, Jambi, Jakarta, Kendari, Medan, Padang, Pekanbaru, Pontianak, Semarang, Surabaya, Tarakan, dan Timika), dan Laboratorium.

  • Emisi scope 1 tahun 2024 dihitung dari data aktivitas penggunaan Solar, Bensin dan Gas (LPG) di Kantor Pusat, Laboratorium Sentral Cibitung dan seluruh Cabang kecuali Cabang Bandung, Cabang Bontang, Cabang Kendari, Cabang Pontianak, Cabang Sangatta, dan Cabang Timika.

  • Cakupan data tahun 2023 adalah Kantor Pusat, Laboratorium Cibitung, dan Kantor-kantor Cabang Utama.

  • Cakupan data tahun 2022 adalah Kantor Pusat.

Tata Kelola Iklim

PT SUCOFINDO (PERSERO) memperkuat tata kelola perubahan iklim melalui Komite Keberlanjutan sebagai bagian dari struktur tata kelola ESG Perusahaan. Komite Keberlanjutan berada di bawah arahan Direktur Utama, dengan Direktur Keuangan sebagai Penanggung Jawab serta melibatkan Direksi dan unit kerja lintas fungsi yang terbagi ke dalam bidang lingkungan, sosial, dan tata kelola. Struktur tersebut mendukung pengelolaan isu keberlanjutan secara terarah, terintegrasi, dan selaras dengan strategi bisnis Perusahaan.

Dalam tata kelola perubahan iklim,bidang lingkungan memiliki mandat utama untuk menyusun strategi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, mengelola risiko lingkungan yang berdampak pada bisnis, serta mendorong efisiensi energi, pemanfaatan energi terbarukan, pengurangan konsumsi air, dan pengelolaan limbah guna mendukung pencapaian net zero emission. Bidang sosial mendukung penerapan ESG melalui penguatan kompetensi dan literasi keberlanjutan serta pemantauan tren, regulasi, dan ekspektasi pemangku kepentingan, sementara bidang tata kelola berperan dalam mengintegrasikan manajemen risiko ESG ke dalam sistem manajemen risiko korporat dan mengidentifikasi emerging risks, termasuk risiko iklim.

Komite Keberlanjutan memiliki kewenangan untuk mengoordinasikan unit kerja, mengusulkan kebijakan, blueprint, target kinerja, dan strategi keberlanjutan kepada Direksi, serta memantau dan mengevaluasi implementasi kebijakan ESG dan pencapaian target keberlanjutan. Melalui mekanisme tersebut, pengelolaan perubahan iklim tidak ditempatkan sebagai isu lingkungan yang berdiri sendiri, tetapi menjadi bagian dari proses perencanaan, manajemen risiko, pemantauan kinerja, dan pengambilan keputusan keberlanjutan Perusahaan.

Tata Kelola Iklim

Tata Kelola Iklim

Manajemen Risiko Iklim

PT SUCOFINDO (PERSERO) mengintegrasikan risiko perubahan iklim dan risiko keberlanjutan ke dalam proses manajemen risiko korporat. Pengelolaan dilakukan melalui identifikasi, pengkajian, pemantauan, dan evaluasi risiko yang berpotensi mempengaruhi kegiatan operasional maupun pencapaian sasaran bisnis Perusahaan.

Dalam tata kelola keberlanjutan, SUCOFINDO juga mengembangkan kerangka manajemen risiko ESG yang terintegrasi dengan sistem manajemen risiko Perusahaan, termasuk pengelolaan risiko lingkungan serta identifikasi emerging risks seperti risiko iklim, teknologi, sosial, dan regulasi. Selain itu, fungsi lingkungan memiliki mandat untuk menyusun strategi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim serta mengelola risiko lingkungan yang dapat berdampak terhadap bisnis Perusahaan.

Adaptasi terhadap Risiko Iklim Fisik

PT SUCOFINDO (PERSERO) berkomitmen memperkuat ketahanan Perusahaan terhadap dampak fisik perubahan iklim melalui pengelolaan risiko lingkungan yang terintegrasi dengan tata kelola keberlanjutan. Upaya tersebut diarahkan pada penyusunan strategi mitigasi dan adaptasi yang mempertimbangkan karakteristik risiko, kebutuhan operasional, serta keberlangsungan layanan Perusahaan.

Sebagai salah satu bentuk penerapannya, SUCOFINDO telah melakukan kajian terhadap rencana relokasi Laboratorium Cabang Semarang di Kaligawe yang menghadapi risiko banjir dan rob secara berulang serta kendala akses menuju lokasi. Kondisi tersebut berdampak terhadap kelancaran operasional, antara lain keterlambatan pengambilan dan pengujian sampel, penerbitan hasil uji, keselamatan pegawai, serta potensi gangguan terhadap pelayanan pelanggan. Kajian yang dilakukan juga mempertimbangkan kondisi wilayah pesisir Semarang yang menghadapi penurunan muka tanah, kenaikan muka air laut, serta kejadian banjir yang berulang.

Dalam kajian tersebut, SUCOFINDO mengevaluasi sejumlah alternatif lokasi dengan mempertimbangkan antara lain aksesibilitas, infrastruktur, aspek lingkungan dan regulasi, kebutuhan investasi, serta keamanan terhadap potensi bencana alam. Hasil kajian menunjukkan Kawasan Industri Bukit Semarang Baru (BSB) memperoleh penilaian tertinggi, salah satunya karena riwayat wilayah yang relatif aman dari banjir dan rob serta berada pada wilayah dataran yang lebih tinggi.

Sebagai tindak lanjut, SUCOFINDO berkomitmen untuk memperkuat penyusunan rencana dan strategi adaptasi perubahan iklim melalui identifikasi dan kajian risiko fisik yang berpotensi memengaruhi aset, fasilitas, dan kegiatan operasional Perusahaan. Pendekatan ini diharapkan dapat mendukung pengambilan keputusan yang lebih adaptif, meningkatkan ketahanan operasional, serta menjaga keberlangsungan layanan Perusahaan dalam menghadapi dampak perubahan iklim.

Komitmen Net Zero

PT SUCOFINDO (PERSERO) mendukung agenda transisi menuju ekonomi rendah karbon dan pencapaian target Net Zero Emissions Indonesia pada tahun 2060 atau lebih cepat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan pengelolaan emisi Gas Rumah Kaca (GRK), peningkatan efisiensi energi, pengembangan inisiatif dekarbonisasi, serta integrasi aspek perubahan iklim ke dalam strategi dan kegiatan operasional Perusahaan.

Sebagai bagian dari IDSurvey Group, SUCOFINDO berkomitmen untuk menyusun Roadmap Net Zero Emissions (NZE) yang terintegrasi. Roadmap tersebut akan menjadi acuan dalam menetapkan tahapan, prioritas inisiatif, serta arah pengurangan emisi Perusahaan secara bertahap menuju pencapaian target NZE jangka panjang.

Pendapatan Berkelanjutan

PT SUCOFINDO (PERSERO) memiliki portofolio produk dan layanan berkelanjutan sebagai bagian dari upaya menciptakan nilai ekonomi yang selaras dengan prinsip keberlanjutan. Perusahaan melakukan pemantauan terhadap kontribusi pendapatan yang berasal dari produk dan layanan tersebut sebagsustai salah satu indikator perkembangan bisnis berkelanjutan. Pendapatan bisnis hijau SUCOFINDO pada tahun 2023-2025 diidentifikasi dengan mengacu pada struktur portofolio layanan berdasarkan Keputusan Direksi Nomor 16/KD/2022 yang berlaku sejak tahun 2023. Perubahan struktur tersebut mencakup penyesuaian nomenklatur, penggabungan, dan penataan kembali sejumlah layanan, sehingga data sebelum tahun 2023 tidak sepenuhnya dapat dibandingkan secara langsung dengan klasifikasi layanan yang berlaku saat ini.

Pada tahun 2023-2025, pendapatan bisnis hijau SUCOFINDO mengalami peningkatan setiap tahunnya, peningkatan ini menggambarkan komitmen Perusahaan dalam memberikan layanan yang tidak hanya menguntungkan secara finansial, namun juga bermanfaat bagi lingkungan.

Keterangan

Description

Satuan

Unit

2025

2024

2023

Pendapatan Bisnis Hijau

Green Business Revenue

Rp Juta

IDR Million

1.111.120

986.737

855.596

Total Pendapatan Perusahaan

Total Company Revenue

Rp Juta

IDR Million

3.856.470

3.702.638

3.042.644

Kontribusi Bisnis Hijau

Green Business Contribution (%)

Rp Juta

IDR Million

28,81%

26,65%

28,12%

Program Produk Berkelanjutan

PT SUCOFINDO (PERSERO) mengembangkan produk dan layanan berkelanjutan sebagai bagian dari strategi pertumbuhan bisnis yang selaras dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Pengembangan tersebut diarahkan untuk memperkuat portofolio layanan yang mendukung pengelolaan lingkungan, efisiensi sumber daya, dekarbonisasi, serta penerapan praktik bisnis berkelanjutan. Upaya ini juga sejalan dengan mandat Komite Keberlanjutan dalam mendorong pengembangan responsible product offering dan mengidentifikasi peluang inovasi bisnis yang mendukung pertumbuhan pendapatan berkelanjutan.

Identifikasi jasa bisnis hijau SUCOFINDO dilakukan untuk periode 2023–2025 dengan mengacu pada struktur portofolio layanan berdasarkan Keputusan Direksi Nomor 16/KD/2022 yang berlaku sejak tahun 2023. Penyesuaian struktur tersebut mencakup perubahan nomenklatur, penggabungan, dan penataan kembali sejumlah layanan. Portofolio jasa bisnis hijau yang teridentifikasi memiliki keterkaitan dengan berbagai aktivitas dan tujuan lingkungan dalam EU Taxonomy, khususnya layanan yang mendukung pengendalian pencemaran, pengelolaan lingkungan, efisiensi sumber daya, pemanfaatan energi berkelanjutan, serta perlindungan sumber daya alam.

Nomor

Number

Jenis Jasa

Service Description

Nomor

Number

Jenis Jasa

Service Description

01

Sampling, Analisis dan Monitoring Kualitas Air Permukaan, Air Konsumsi, Air Limbah termasuk Air Laut

Sampling, Analysis and Quality Monitoring of Surface Water, Drinking Water, Wastewater including Sea Water

18

Sertifikasi Hijau (Bangunan dan Industri)

Green Certification (Building and Industry)

02

Sampling, Analisis dan Monitoring Kualitas Udara Ambient, Indoor Air Quality, Kebisingan dan Emisi serta Kajiannya

Sampling, Analysis and Monitoring of Ambient Air Quality, Indoor Air Quality, Noise, and Emissions with Assessment

19

Sustainability (Keberlanjutan) Berbasis Corporate Social Responsibility (CSR)

Sustainability Based on Corporate Social Responsibility (CSR)

03

Sertifikasi Sustainability (ISPO, SVLK dan turunannya)

Sustainability Certification (ISPO, SVLK and derivatives)

20

Sertifikasi Sistem Pangan (ISO 22000, HACCP, GMP, Organik)

Food Safety System Certification (ISO 22000, HACCP, GMP, Organic)

04

Kajian, Audit Lingkungan dan Monitoring Pengelolaan Lingkungan Terpadu

Environmental Assessment, Environmental Audit and Integrated Environmental Management Monitoring

21

Inspeksi, Survey dan Konsultansi terkait dengan Kebijakan Sektor Kelautan Berbayar Pelaku Usaha

Inspection, Survey, and Consultancy Related to Paid Marine Sector Policies for Business Entities

05

Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), UKL-UPL, Environment Social Impact Assessment/ ESIA, Environmental Base Line Analysis/ EBA, Environmental Risk Assessment/ ERA

Environmental Impact Assessment (EIA/AMDAL), Environmental Management & Monitoring Plan (UKL-UPL), ESIA, EBA, ERA

22

Sertifikasi Produk

Product Certification

06

Sampling dan Analisis Limbah Padat, B-3, tanah terkontaminasi dan Kajiannnya

Sampling and Analysis of Solid Waste, Hazardous Waste (B3), Contaminated Soil and Assessment

23

Sertifikasi Sistem Manajemen Mutu (ISO 9001, ISO 21001)

Quality Management System Certification (ISO 9001, ISO 21001)

07

Sertifikasi Sistem Manajemen (ISO 14001, ISO 50001, ISO 45001, ISO 28001, ISO 37000 Dll.)

Management System Certification (ISO 14001, ISO 50001, ISO 45001, ISO 28001, ISO 37000, etc.)

24

Inspeksi/verifikasi dan Pendampingan Teknis TKDN Berbayar Pelaku Usaha / Inspection

Verification and Technical Assistance for Domestic Component Level (TKDN) for Business Entities

08

Sampling dan Analisis Biologi Lingkungan, Mikrobiologi dan Kajiannya Termasuk Produk Bakteri

Environmental Biology & Microbiology Sampling, Analysis, and Assessment Including Bacterial Products

25

Verifikasi, Inspeksi, Pengujian Instalasi Peralatan Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Tanggap Darurat Kebakaran

Verification, Inspection, and Testing of Fire Extinguishing Equipment and Fire Emergency Response Systems

09

Validasi dan verifikasi Pernyataan Lingkungan (Gas Rumah Kaca /GRK, Analisa Jejak Air/Waterfoot print, Green Bond, Eco Label, Analisa Daur Hidup/ LCA, Kinerja lingkungan dan Enviromental Social Governance /ESG

Validation and Verification of Environmental Statements (GHG, Water Footprint, Green Bond, Eco Label, LCA, Environmental Performance, ESG)

26

Analisis Produk Pertanian, Minyak dan Lemak, Hortikultural dan Produk Olahannya

Analysis of Agricultural Products, Oils and Fats, Horticultural Products and Processed Products

10

Jasa Internet of Think (IoT) dan Artificial Intelligence (AI)

Internet of Things (IoT) and Artificial Intelligence (AI) Services

27

Inspeksi, Supervisi Produk Batuan, Beton dan Tanah

Inspection and Supervision of Rock, Concrete, and Soil Products

11

Perencanaan Air Bersih dan Limbah (WWTP, WTP, Audit Air dan Kajian Teknis Instalasi Air bersih dan limbah)

Clean Water and Wastewater Planning (WWTP, WTP, Water Audit, and Technical Assessment of Water & Wastewater Installations)

28

Proyek Sumber Daya Alam

Natural Resources Projects

12

Sertifikasi Laik Operasi (SLO) Pembangkit Listrik, Transmisi, Distribusi dan Pemanfaatan

Operation Worthiness Certification (SLO) for Power Plants, Transmission, Distribution, and Utilization

29

Kaji Ulang Rancangan (Design Review) Verifikasi, Inspeksi, Pengujian, Pengawasan Konstruksi dan Audit Kelaikan Infrastruktur

Design Review, Verification, Inspection, Testing, Construction Supervision, and Infrastructure Feasibility Audit

13

Kajian Perencanaan dan Pengelolaan Reduce-Reuse-Recycle-Recovery (Limbah B3 dan Non B3) dan Circular Economy

Planning & Management Assessment for 4R (Reduce-Reuse-Recycle-Recovery of Hazardous & Non-Hazardous Waste) and Circular Economy

30

Inspeksi, Supervisi dan Pengujian Produk batubara (Mid – Stream)

Inspection, Supervision, and Testing of Coal Products (Mid-Stream)

14

Audit Energi Industri dan Bangunan Gedung, verifikasi Sistem Refigerasi Ruangan dan Pendingin

Industrial and Building Energy Audits, Verification of Room Refrigeration and Cooling Systems

31

Sertifikasi Standard Usaha (PPIU, LSUP, Pasar Rakyat)

Business Standards Certification (PPIU, LSUP, Traditional Markets)

15

Sertifikasi Green Building

Green Building Certification

32

Pengujian Kesuburan Tanah

Soil Fertility Testing

16

Verifikasi dan Inspeksi Peralatan dan Instalasi di bidang EBT (Energi Baru dan Terbarukan)

Verification and Inspection of Equipment and Installations in New & Renewable Energy (EBT)

33

Audit Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) dan turunannya dan Sistem Manajemen Keamanan Pertambangan (SMKP)

 Audit of Occupational Health and Safety Management System (SMK3) & Derivatives, and Mining Safety Management System (SMKP)

17

Sertifikasi Green Port

Green Port Certification

34

Inspeksi dan Audit Komoditas Pangan dan Pertanian

Inspection and Audit of Food and Agricultural Commodities

Dalam mendukung penguatan portofolio layanan tersebut, SUCOFINDO memiliki rencana investasi belanja modal hijau (Green Capital Expenditure/Green CAPEX) senilai Rp71.207.000.000 pada tahun 2025. Perencanaan investasi ini diarahkan untuk mendukung pengembangan kapasitas layanan berkelanjutan melalui peningkatan infrastruktur, teknologi, serta sarana dan prasarana operasional yang relevan dengan kebutuhan bisnis hijau.

Melalui pengembangan portofolio layanan dan perencanaan investasi tersebut, SUCOFINDO berupaya memperkuat daya saing, meningkatkan kapasitas penyediaan layanan berkelanjutan, serta mendorong kontribusi bisnis hijau terhadap pertumbuhan Perusahaan dan penciptaan nilai jangka panjang.